What's News
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2015

Jhon D Murphy

Krisis Ekonomi - Meski Sulit Pertamina Siap Turunkan Harga BBM, Jika Presiden Jokowi Mengkehendakinya

Krisi Ekonomi - Presiden Joko Widodo meminta PT Pertamina (Persero) unutk mengkaji kemungkinan harga BBM premium diturunkan. BUMN minyak tersebut menyatakan siap mengikuti arahan Jokowi.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, menurunkan harga jual Premium yang belum sesuai dengan harga beli (keekonomian) merupakan hal yang sulit. Meski begitu, Pertamina siap mengikuti arahan Presiden.

"Kami akan ikuti. Sulit sih memang sulit," kata Bambang saat diwawancarai oleh tim Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Bambang mengungkapkan, untuk menekan kerugian yang membengkak jika harga Premium diturunkan, Pertamina akan menggenjot efisiensi. Saat ini, harga Premium Rp 7.300 per liter untuk wilayah penugasan atau luar wilayah Jakarta, Madura dan Bali (Jamali) dan Rp 7.400 per liter untuk luar wilayah penugasan yang meliputi Jamali.

"Tapi kami harus lakukan melalui berbagai efisiensi yg besar lagi untuk menekan kerugian," tuturnya.

Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan yang digelar Kamis (1/10/2015) siang, meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) untuk mengkaji ulang harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Jokowi berharap adanya penurunan harga BBM, terutama jenis Premium dan Solar.

"Berkaitan dengan BBM dihitung lagi, Pertamina, meskipun kemarin sudah diumumkan oleh menteri ESDM dalam keadaan negara membutuhkan. Tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin Premium itu diturunkan meskipun hanya sedikit," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kamis, 03 September 2015

Jhon D Murphy

Investasi Emas - 4 Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Anda Berinvestasi Emas

Ketahui dulu empat hal yang harus dilakukan sebelum menginventasi emas
Ketahui dulu empat hal yang harus dilakukan sebelum
menginventasi emas

Investasi Emas - Hingga saat ini Emas memang masih merupakan salah satu bentuk investasi yang sangat digemari oleh para masyarakat di dunia. Nah, buat kamu yang masih berusia muda, tentu anda akan langsung berpikir bahwa investasi emas adalah pilihan terbaik dan juga tidak ribet. Namun meski begitu, jangan asal-asalan ikutan tren dan langsung menginvestasian uangmu untuk membeli emas. Demi melancarkan rencana masa depan yang cemerlang dalam menginvestasi emas, ketahuilah dulu empat hal penting berikut ini.

4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas
4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas

1. Saat ini ada empat macam investasi emas yang dikenal oleh masyarakat umum. Perhiasan emas, koin emas, emas batangan dan juga Gold Exchange trades Funds (ETFS). Di antara empat ini, ketahuilh kamu hanya boleh berinvestasi pada emas batangan dan ETFS. Perhiasan ataupun koin bukanlah bentuk emas yang bisa menambah atau mempertahankan kekayaanmu.

4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas
4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas

2. Gold Exchange Traded Funds (ETFS), bisa dibilang merupakan salah satu cara yang tepat untuk bisa menambah pendapatanmu.

4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas
4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas

3. Dalam investasi emas ini tidak memiliki resiko yang tinggi, namun kamu harus menunggu dalam waktu yang cukup lama hingga harga dari emas itu bisa naik tinggi dan mendapatkan hasil yang tinggi juga. Meskipun banyak tipe investasi lain yang lebih cepat dan lebih tinggi.

4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas
4 Hal yang perlu dilakukan untuk berinvestasi emas

4. Berinventasi pada ETFS tentu akan membuatmu lebih nyaman. Karena investasi ini termasuk sifat jangka pendek. Jadi kapanpun itu, kamu bisa menggunakannya saat membutuhkan uang.

Bagaimana sobat? Jadi sebelum Anda ingin berinvestasi emas, yakinkan dan perhatikan dulu hal-hal yang harus Anda lakukan sudah tepat dan benar.

Minggu, 30 Agustus 2015

Jhon D Murphy

Berita Siang - Para Pengusaha Harap Kebijakan Jokowi Bisa Memperbaiki Keadaan Ekonomi Di Indonesia

Presiden Republik Indonesia
Kebijakan Presiden Jokowi

Ekonomi - Para pengusaha di bawah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) berharap paket kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan Jokowi ada terobosan baru dan membangkitkan optimisme dunia usaha dan pasar.

Rencananya, pemerintah akan mengeluarkan satu paket besar kebijakan ekonomi untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional. Rencananya paket kebijakan tersebut akan dirilis pekan ini. 

"Kalau hanya repackaging bahan dari yang sudah-sudah atau yang lama, ya bisa anti klimaks lagi. Kita harapkan ada terobosan baru dan mampu bangkitkan optimisme dunia usaha dan pasar," kata Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2015)

Bahlil menekankan kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan Jokowi tak boleh biasa-biasa saja atau sekedar memoles-moles apa yang sudah ada. Ia berharap ada sesuatu yang besar, baru, bersifat fundamental, konkret, dan berdampak langsung dalam jangka pendek sehingga dunia usaha dan pasar merespon secara positif.

Bahlil mengatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, paket-paket ekonomi sebelumnya hanya disambut dingin oleh investor, dunia usaha, dan pasar. Ia mencontohkan, dipaket-paket sebelumnya tidak ada terobosan di sektor pembiayaan. Meskipun insentif fiskal sudah berjubel, namun pembiayaan dari lembaga keuangan tetap saja seperti seperti biasa.

Ia berharap agar cakupan paket kebijakan ini tersinergi dengan lembaga-lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia agar kebijakan nantinya dapat lebih feasible secara makro prudensial namun juga dapat mendorong sektor peran keuangan lebih ekspansif. Bahlil mengatakan, saat ini terjadi ketimpangan (gap) yang besar antara sektor keuangan dan sektor riil. Di satu sisi, sektor keuangan tumbuh atraktif, disini lain sektor riil semakin terpuruk. 

Hipmi menantang pemerintah berani mengambil kebijakan yang dapat memulihkan perekonomian meski kebijakan tersebut kemudian tidak populer. Misalnya masalah pertambangan, kepastian hukum, serapan anggaran, ketatnya regulasi di perikanan, hambatan-hambatan ekspor, dan fiskal. 

“Di sektor-sektor ini harus dideregulasi atau pelonggaran, relaksasi dan sejenisnya. Yang terjadi sekarang terjadi pengetatan dimana-mana. Mana ada investor berminat,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan, faktor inilah yang memperkuat ekspektasi akan perlambatan ekonomi nasional sehingga pasar masih melihat fundamental ekonomi Indonesia masih melemah ke depan. Bahlil mengatakan meski pasar global bergejolak, semestinya perekonomian masih dapat tertolong dengan memperkuat dan menjaga pasar domestik. Pasalnya, pasar domestik ukurannya sangat besar dan terbukti mampu menopang perekonomian saat krisis keuangan pada 2008.

”Masalahnya pasar domestik ini tidak terjaga dan ikut melemah dari sisi demand. Apalagi belanja modal pemerintah sangat lambat,” katanya.